Ingin saingi Oppo dan Vivo, Xiaomi akan lebih banyak jual offline - merdeka.com
Merdeka.com - Penjualan smartphone Xiaomi memang bisa dibilang tinggi di China. Namun pendekatan utama smartphone yang terkenal menawarkan spesifikasi mumpuni dengan harga terjangkau tersebut, memang lewat online. Hal tersebutlah kunci di balik murahnya harga Xiaomi, karena tak perlu bayar biaya distribusi ritel.
Namun akhirnya pendekatan tersebut sepertinya akan segera diganti. Pasalnya dua merek smartphone asal China, Oppo dan Vivo, kini merajai pasar pengguna smartphone baru. Dua merek yang sering kita lihat iklannya di mana-mana ini, penjualannya melampaui Xiaomi. Strateginya adalah membangun toko untuk menjual smartphone dan produk-produk mereka lainnya. Hal ini dilakukan di berbagai negara, seperti China, India, dan Indonesia.
Smartphone Xiaomi seri Mi dan Redmi sudah 'mendarah daging' soal kemumpunian spek dan harganya yang miring. Tentu jika Mi dan Redmi tiba-tiba diletakkan di toko dan dijual ritel, harganya tidak bisa semurah dulu.
Jalan tengahnya, dilansir dari Phone Arena, Xiaomi akan meluncurkan lini smartphone baru khusus untuk dijual di toko. Lini smartphone baru ini akan ada di luar nama Redmi dan Mi.
Lini terbaru ini nantinya akan lebih fokus pada desain, ketimbang pola Xiaomi biasanya yang "spek tinggi dengan harga murah." Lini ini belum diketahui namanya, namun digadang-gadang Xiaomi akan mengumumkannya akhir Juli ini.
Bahkan situs China MyDrivers, membagikan gambar (gambar di atas) yang diduga salah satu perangkat Xiaomi dari lini tersebut. Secara kasat mata, perangkat tersebut akan mengusung dual kamera yang konfigurasinya dan tata letaknya seperti iPhone 7 Plus.
Akankan Xiaomi jadi lebih mahal? [idc]
Post a Comment